Metal Gear Solid V: the Phantom Pain: Peninggalan Penuh Kesan Kojima

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain merupakan game terakhir dari salah satu maestro game, Hideo Kojima, setelah hengkang dari Konami dan membuat game (yang sepertinya keren) bernama Death Stranding. MGS V hadir dengan 2 game, pertama adalah Ground Zeroes yang merupakan prolog dan juga Phantom Pain.

Metal Gear Solid V

Kedua game ini adalah kabar baik untuk PC gamers yang juga fans-nya MGS karena dua judul sebelumnya hanya eksklusif Sony PlayStation. Metal Gear Solid V: Phantom Pain masih tetap hadir sebagai game stealth, namun ada banyak aksi tambahan karena tampilannya sudut pandang ketiga.

Game ini dirilis nggak hanya di konsol generasi sekarang, namun juga konsol-konsol di Xbox 360 dan juga PlayStation 3. Kalau kamu belum sempat memainkan game besutan Kojima seri kelima ini, kamu bisa mengikuti artikel ini sebelum kamu mencobanya. Jangan sampai lewatkan ya!

Storyline Metal Gear Solid V: Kojima Memang Maestronya

Seperti yang kami sebutkan sebelumnya bahwa MGS V hadir dengan dua game. Phantom Pain adalah kelanjutan cerita dari Ground Zeroes. Pada kali ini kamu akan bermain sebagai Big Boss yang disebut sebagai Punished “Venom” Snake. Di awal permainan kamu akan menemukan Snake di sebuah rumah sakit bernama Cyprus. Ia terbangun dari koma selama sembilan tahun akibat ledakan dari bom tambahan dalam tubuh Paz (seorang anak yang harus diselamatkan di misi Ground Zero).

Metal Gear Solid V

Ledakan yang membuatnya koma selama 9 tahun mencederainya cukup parah. Akibat ledakan tersebut Big Boss harus mengalami banyak pecahan tulang bersarang di tubuhnya. Selain itu, ia juga harus kehilangan tangan kirinya. Baru saja selesai sembuh, Big Boss sudah harus terancam dengan percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Cipher. Ketika sedang melakukan operasi, Cipher juga menyerang rumah sakit. Untungnya, Ia diselamatkan oleh Ishmael.

Metal Gear Solid V

Untuk membalas dendamnya, ia memimpin grup tentara bayaran bernama Diamond Dogs. Pada kali ini ia mengadopsi nama Venom Snake dan berkelana ke Afganistan sebelum perang Afganistan dengan Uni Soviet dan juga perbatasan Angola Zaire selama perang sipil Angola untuk melacak dalang utama penghancuran MSF (Militaires Sans Frontieres). Dalam perjalanan Snake kali ini, kamu akan menemukan salah satu tokoh lama yang pernah ada di seri-seri sebelumnya yakni Ocelot.

Dunia yang Lebih Luas dengan Grafis yang Super Apik

Sebagai karya Kojima bersama Konami, Metal Gear Solid V: Phantom Pain, bisa dibilang karya yang cukup berbeda dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Sebagai game action-stealth, MGS V the Phantom Pain memiliki map yang sangat besar yang memungkinkan kamu untuk mengunjungi tempat di sepanjang map. Seri terakhir Kojima dengan Konami ini mengusung aspek open-world yang memang pada waktu itu sedang ngetren.

Metal Gear Solid V

Game ini juga terdiri dari misi utama dan juga side mission yang terkadang di antara keduanya memiliki kesinambungan. Untuk menyelesaikan misi yang ada, kamu ditawarkan berbagai cara sehingga nggak ada batasan ketika kamu ingin menamatkan setiap misi. Dalam menjalankan misi kamu bisa menggunakan metode tradisional MGS dengan cara stealth atau dengan perencanaan yang matang, atau kamu bosan dengan cara stealth, kamu bisa menggunakan machine gun ataupun tank.

Pilih Cara Damai atau Cara Frontal?

Apabila kamu seorang yang suka dengan kebrutalan, mungkin cara kedua lebih cocok dengan kamu. Kamu akan menemukan banyak mayat bergelimpangan, namun bila kamu seorang pasifis yang cinta damai, kamu bisa melumpuhkan musuh tanpa harus membunuhnya. Salah satu fitur menarik yang dihadirkan dalam game ini adalah Reflex Mode yang mampu memperlambat waktu sehingga kamu bisa berstrategi ketika musuh mengetahui keberadaan kamu.

Metal Gear Solid V

Kesimpulan Metal Gear Solid V: Penginggalan yang Nggak Mengecewakan Selepas Cabut Dari Konami

Pasti bagi kamu penggemar MGS atau Metal Gear Solid, pasti tahu berita hengkangnya Kojima dari perusahaan yang sudah membesarkan namanya. Nggak percuma Kojima mengerahkan segala tenaganya untuk game terakhirnya di Konami ini sebelum Konami membuat game dengan nama Metal Gear yang malah menjelekkan nama franchise tersebut. Game ini layak banget dicoba untuk para penggemar seri Metal Gear ataupun yang bukan fans-nya. Metal Gear Solid V: The Phantom Pain nggak hanya menawarkan kualitas grafis yang keren dengan detil-detil yang tajam, namun juga gameplay yang sangat menarik.

Leave a Comment