Legrand Legacy Tale of The Fatebounds: JRPG Lokal Layak Coba

Legrand Legacy bisa menjadi penanda bahwa developer game Indonesia punya keseriusan dalam membuat game. Nggak hanya menyajikan aspek-aspek game yang cukup detil dan mendalam, Semisoft, selaku developer juga mempromosikan game ini dengan merilisnya ke banyak platform di antaranya PlayStation 4, Nintendo Switch, Xbox One, hingga menjadi Microsoft Windows.

Legrand Legacy

Dulu sepertinya beberapa dari kita, termasuk saya agak underestimate ketika developer Indonesia mengembangkan game. Banyak game yang gagal rilis atau nggak kalaupun rilis dikembangkannya juga cuman menggunakan aplikasi RPG Maker.

Namun, setelah munculnya Dreadout dan Legrand Legacy, sepertinya rasa optimis terhadap perkembangan industri game juga sudah mulai meningkat, walaupun masih perlu banyak usaha yang dilakukan para pengembang. Beberapa media gaming dan teknologi juga turut berkontribusi akan berkembangnya industri game di Indonesia.

Kembali lagi ke game Legrand Legacy, kami akan membahas salah satu game JRPG asal dalam negeri satu ini. Nah, sebelum kita cuma mengeluarkan jargon “gunakan produk lokal atau dalam negeri”, kita sebaiknya memperhatikan segala aspek produk dalam negeri. Bagi kalian yang penasaran, ikuti artikel ini hingga akhir.

Plot Cerita

Game ini hadir dengan tema fantasi yang diisi dengan banyak ragam ras, monster, dan juga kekuatan magis layaknya game-game RPG bertema fantasi lainnya. Di awal permainan, kalian akan diperlihatkan akan pertarungan ala gladiator di antara sang protagonis dengan seorang berperawakan besar yang baru saja menebas kepala manusia. Sang protagonis utama bernama Finn akhirnya harus menghadapi sang manusia berperawakan besar penuh otot tersebut. Secara kekuatan, Finn tentu saja kalah, dan ia hampir saja tewas di tangan orang tersebut. Ketika berada di keadaan terdesak, muncul kekuatan dari dalam tubuh Finn, dan kornea matanya pun mengecil. Akhirnya manusia besar tersebut tumbang di tangan Finn.

Legrand Legacy

Karena ia mengalahkan dan membunuh lawannya dalam arena tersebut, Ia dihukum atas perbuatannya tersebut. Untungnya, seorang laki-laku tua menyelamatkan dirinya dan memintanya untuk ikut bersama lelaki tua tersebut untuk menyelamatkan anak perempuannya. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan banyak hal termasuk dijegal oleh sekelompok bandit. Ketika ia menemukan lelaki tua tersebut tewas dan dirinya yang nggak sadarkan diri, ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Aria.

Aria berjanji untuk menemani Finn dalam menyelamatkan sang putri dari lelaki tua yang menyelamatkan nyawa Finn, dan meminta Finn untuk membantunya menemukan seseorang bernama Lazarus. Lazarus dipercaya sebagai orang yang dapat mengembalikan kedamaian dunia Legrand (dunia yang ditinggali oleh mereka). Begitulah secara garis besar cerita yang dibawa oleh game JRPG asal Indonesia ini.

Menggabungkan Elemen-elemen Game JRPG Lawas

Apabila kamu pernah memainkan beberapa game JRPG lawas seperti The Legend of Dragoon dan juga Shadow Hearts. Legrand Legacy akan mengingatkanmu akan The Legend of Dragon. Mulai dari dunia dengan tone warna seperti itu, hingga mekanisme battle yang lumayan mirip. Selain itu, Legrand Legacy juga hadir dengan perspektif kamera yang juga nggak berbeda dengan game JRPG yang dirilis pada PS1 tersebut.

Legrand Legacy
Untuk mekanisme battlenya, Legrand Legacy mirip dengan stylenya Shadow Hearts dengan Ring Systemnya. Ring System ini akan menentukan damage yang dihasilkan oleh serangan para karakter. Kamu dituntut untuk menekan tombol secara tepat supaya jarum yang berputar berhenti ke area merah atau kuning. Semakin kamu tepat menekan tombol, maka serangan yang dihasilkan oleh karakter-karakter dalam game ini akan semakin besar, begitu juga sebaliknya.

Legrand Legacy

Legrand Legacy juga mengambil beberapa elemen dari Suikoden yakni pertarungan taktis. Dalam mode pertarungan taktis ini kamu akan mengontrol jenderal perang. Selain itu, alasan mengapa Legrand Legacy bisa dikatakan game serius adalah adanya FMV. FMV yang digarap oleh studio asal Indonesia ini cukup serius dan cukup apik. Hal ini juga nggak memberikan harapan terhadap industri game Indonesia, namun juga industri film animasinya.

Kesimpulan Legrand Legacy: Coba Dulu Baru Komentar

Kami sebenarnya agak cukup jenuh mendengar jargon-jargon atau ajakan menggunakan produk Indonesia yang mana tanpa memperhatikan kualitas dari suatu produknya. Akan tetapi kami juga sangat bosan dengan skeptisisme dan juga apatisme para konsumennya dan nggak memberikan kesempatan para produsennya yang benar-benar serius.

Semisoft, selaku developer, membuktikan bahwa developer Indonesia memang benar-benar serius dalam mengembangkan atau membuat sesuatu. Walaupun game ini dieksekusi dengan sangat baik, tentu kekurangannya jangan kita abaikan. Game satu ini memiliki dua kelemahan yang sangat signifikan salah satunya adalah dialog yang terasa kaku di beberapa event dan juga menu equipment dan accesories yang harusnya ada di game RPG. Akan tetapi, dibalik kekurangannya tersebut, game ini masih sangat layak untuk kalian cicipi sebagai pengobat rindu game JRPG yang memiliki mekanisme gameplay tradisional ala turn-based.

Leave a Comment