Review Need for Speed Payback PC, Apakah Semengecewakan Itu?

Banyak yang bilang Need for Speed Payback cukup mengecewakan. Memang benar-benar semengecewakan itu ya? Seperti yang kita ketahui, Need for Speed merupakan seri game balapan paling populer di dunia. Pada awal dirilisnya, Need for Speed menyuguhkan mekanisme gameplay yang realistis. Kesuksesan Need for Speed memuncak pada seri Underground dan Most Wanted. Setelah kesuksesan Underground dan Most Wanted, sepertinya EA agak sedikit berat untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Seri penerusnya seperti Carbon dan seri-seri seterusnya nggak memiliki animo yang besar seperti kedua seri tersebut. Kali ini redaksi Sobat Game akan membahas game Need for Speed kedua puluh tiga ini. Game ini dirilis pada 10 November 2017 di beberapa platform seperti PlayStation 4, Xbox One, dan juga PC. Game ini meneruskan mekanisme gameplay yang dimiliki oleh Need for Speed Underground 2 dan juga Most Wanted. Kamu belum pernah mencoba Need for Speed Payback? Sebelum memainkannya, coba ikuti dulu artikel ini dulu.

Plot Cerita Need for Speed Payback

Need for Speed Payback dirilis beberapa bulan setelah seri ke-8 film Fast and Furious yang dimainkan oleh Dwayne “The Rock” Johnson dan Vin Diesel yang dirilis pada bulan April 2017.

Need for Speed Payback

Kami rasa EA dan Ghost Games ingin mengisi euphoria film bertema balap jalanan tersebut dengan mengembangkan game ini yang memiliki Story Mode. Sama seperti Fast and Furious yang menampilkan jagoan jalanan, Payback pun juga. Dalam game ini kamu akan menemukan 4 orang karakter utama yang masing-masing memiliki sudut pandangnya sendiri.

Need for Speed Payback

Dari keempat orang karakter itu, hanya tiga orang playable character, diantaranya Tyler Morgan (Ty), Sean McAlister (Mac), dan juga Jessica Miller (Jess) yang merupakan bagian dari kru di Silver Rock, Fortune Valley. Ketiganya sudah tergabung dalam kru yang sudah melakukan tindakan kriminal demi mendapatkan uang tambahan.

Setelah ketiganya melakukan balapan persahabatan, kenalan Tyler semasa muda, Lina Navarro menawarkan sebuah pekerjaan untuk mereka yakni mencuri sebuah mobil istimewa Koenigsegg Regera yang dimiliki oleh Marcus Weir. Untuk mencuri monbil tersebut, Tyler berpura-pura menjadi seorang test driver. Dan Ia pun berkhasil mencuri mobil tersebut dan menghindar dari Polisi.

Need for Speed Payback

Namun, setelah menuju ke tempat persembunyian Lina, Tyler menemukan temannya, Rav tergeletak. Lina menjebak Tyler dan teman-temannya yang membuat mereka tertangkap polisi. Ternyata Line adalah seorang yang bekerja di bawah seorang gembong kriminal bernama The House. The House merupakan organisasi kriminal yang memiliki ambisi untuk mengendalikan bisnis gelap yang ada di Fortune Valley.

Bisnis mulai dari balap liar hingga kasino dijalankan oleh The House. Sang pimpinan, sengaja menjebak ketiga orang tersebut karena Tyler, Mac, dan Jess adalah ancaman. Akan tetapi, seorang pimpinan organisasi lain bernama Gambler atau sang pemilik mobil istimewa tersebut nggak ingin The House menguasai Fortune Valley. Maka dari itu, Ia mempekerjakan Tyler dkk. Enam bulan kemudian, Tyler bekerja sebagai seorang valet untuk The Gambler. Dan Ia akan membantu The Gambler untuk menjegal ambisi The House. Lantas, apakah Tyler dkk bisa melakukan hal tersebut? Nah, kamu bisa mencoba Story Mode-nya.

Gameplay dan Grafis

Seperti yang sebelumnya kami nyatakan bahwa secara medasar, cerita dalam game ini terinspirasi dari film bertema balap mobil liar yang dipenuhi dengan aksi-aksi ekstrem dan juga penuh ledakan. Sepertiny sudah menjadi kewajiban untuk game EA untuk menggunakan engine Frostbite. Ya karena juga, Frostbite merupakan engine yang dirancang oleh EA sendiri.

Engine ini dikenal oleh para gamers mampu menyuguhkan visual yang memanjakan mata. Kamu akan melihat lingkungan yang dinamis. Detil mobil yang disuguhkan pun cukup memukau. Secara gameplay, kamu nggak akan merasakan pengalaman yang berbeda ketika memainkan game Need for Speed pada umumnya. Game ini masih mengusung fitur open world seperti game-game pendahulunya seperti Underground dan juga Most Wanted. Ada beberapa misi yang terdiri ke dalam beberapa kategori.

Diantaranya adalah Race, Drift, Drug, Runner, dan OffRoad. Kamu akan menemukan efek slow-motion ketika berada dalam dunia Fortune Valley. Namun, yang disayangkan dalam game ini adalah kesan repetitif yang membuatnya sangat membosankan untuk dimainkan berlama-lama. Kamu akan merasakan sensasi “nge-grind” ala RPG yang bahkan jauh lebi membosankan. Seperti yang dinyatakan oleh Ghost Game bahwa Need for Speed Payback merupakan game “CARPG” atau gabungan game balapan dengan RPG.

Memang apa salahnya degan genre tersebut? Ada keluhan yang merundungi game ini dari para gamers, yakni AI-nya yang nggak seimbang. Nggak jarang tingkat kesulitan AI-nya nggak seimbang dengan level dari mobil yang kamu punya yang membuat kamu mudah kalah. Satu lagi yang dikeluhkan oleh gamers adalah mode multiplayer yang didukung oleh sistem pay-to-win yang dengan sengaja EA dan Ghost ingin mengeruk pundi-pundi tambahan.

Need for Speed Payback Minimum System Requirement

CPU: Intel Core i3-6300 atau AMD FX 8150
Sistem Operasi: Windows 7 (64-bit)
Memori RAM: 6 GB
GPU: NVIDIA GeForce GTX 750 Ti atau AMD Radeon HD 7850
Free Disk Space: 30 GB

Need for Speed Payback Recommended System Requirement

CPU: Intel Core i5 4690K atau AMD FX 8350
Sistem Operasi: Windows XP
Memori RAM: 8 GB
GPU: NVIDIA GeForce GTX 1060 4 GB atau AMD Radeon RX 480 4 GB
Free Disk Space: 30 GB

Leave a Comment