Mengenal Istilah Mikrotransaksi di Dunia Game, Apa itu ?

Mikrotransaksi atau yang biasa disebut microtransaction dalam bahasa inggris adalah salah satu istilah yang tidak asing di dunia game kekinian. Semenjak game bisa terhubung ke internet, beberapa produsen dan pengembang game mengembangkan sebuah model baru dalam berbisnis. Melalui mikrotransaksi, pembuat game bisa mendapat pendapatan tambahan. Model bisnis terbaru ini kerap hadir di pasar aplikasi hp Android dan iOS dan platform komputer seperti Steam dan Valve. Apa itu mikrotransaksi ?

pengertian mikrotransaksi

Pengertian Mikrotransaksi di Aplikasi Game

Mikro transaksi atau transaksi mikro adalah model bisnis yang memungkinkan pemain bisa membeli barang atau item tambahan di dalam game secara virtual melalui sistem pembayaran elektronik atau cashless. Melalui sistem ini pemain bisa membeli item khusus yang bisa membantu mereka menyelesaikan misi dalam game lebih cepat atau membuat karakter game mereka lebih kuat. Sistem ini sebenarnya sah-sah saja dilakukan di industri game kekinian, terutama pada game yang bersifat gratis. Baca: Sejarah Game.

istilah mikrotransaksi

Istilah Mikrotransaksi sering juga disebut sebagai freemium, in app purchase/in game items, atau pay to win. Istilah Pay to Win sering digunakan untuk merendahkan orang-orang yang hanya mengandalkan uang untuk memenangkan game. Sedangkan di sisi lain, banyak gamers berjuang sekuat tenaga menyelesaikan misi dengan kemampuan mereka sendiri. Sistem mikrotransaksi memang sangat menguntungkan bagi pemain. Terutama jika ingin mendapatkan item langka yang hanya bisa diperoleh dengan membayar.

Para pengembang pun terus berupaya “membujuk” gamer untuk membeli item langka yang baru mereka buat dengan iming-iming, power lebih tinggi dan peningkatan skill yang lebih tajam. Model bisnis terbaru di dunia game ini memang sangat menguntungkan. Bahkan jika dilihat dalam perpektif jangka panjang, sistem ini jauh lebih menguntungkan dibanding hanya bergantung pada sistem penjualan satu kali pembelian (one time purchase).

Kelebihan dan Kekurangan Mikrotransaksi

Dalam sistem mikrotransaksi, pemain bisa mendapatkan item tambahan seperti senjata hingga kostum yang sifatnya dekoratif untuk membuat karakter lebih kuat dan keren. Beberapa game membolehkan pemainnya untuk mendapatkan item tersebut langsung. Namun ada juga beberapa game yang hanya mengijinkan item langka bisa didapat melalui sistem gacha (undian) atau beli dengan diamond atau gems supaya menjaga prinsip keadilan dalam game.

game android mikrotransaksi

Diamond atau mata uang virtual (apapun bentuknya) dalam game memang biasanya bisa dipakai untuk beli item langka. Pemain bisa langsung paket ‘uang virtual’ tersebut dengan uang sungguhan atau mengumpulkannya satu demi satu melalui misi. Buat kamu yang lagi pertimbangin mau bertransaksi di game atau tidak, berikut kelebihan dan kekurangan mikrotransaksi:

Kelebihan Mikrotransaksi

  • Membantu gamer menyelesaikan misi lebih cepat dan mudah
  • Membuat karakter lebih keren dengan kostum yang bisa dikustomisasi
  • Membuat karakter game lebih unik (beda dari yang lain)
  • Mendapat senjata yang punya damage besar
  • Memudahkan pemain mendapat senjata langka
  • Bagi pengembang, uang yang didapat lebih besar dibanding jual game dengan sistem one time purchase.

Kekurangan Mikrotransaksi

  • Terkadang menciptakan ekosistem yang kurang sehat di dalam game
  • Membuat game membosankan ketika banyak pemain bisa menang cepat berkat pay to win
  • Game terasa kurang kompetitif, terutama untuk game multiplayer
  • Mikrotransaksi yang terlalu ‘serakah’ membuat pengembang dibenci gamer
  • Beberapa game tutup buku lebih cepat karena mikrotransaksi yang terlalu serakah.

Sulitnya menciptakan ekosistem game yang adil di tengah tekanan produsen game untuk mengeruk keuntungan membuat beberapa pengembang sengaja membuat sistem mikrotransaksi yang cenderung serakah. Nafsu untuk mendapatkan keuntungan secara singkat juga kadang membuat pengembang dan produsen game mengambil jalan pintas untuk menjual barang langka dengan power besar di mikrotransaksi. Sehingga membuat game terasa lebih tidak fair untuk orang-orang yang memainkannya secara free.

Game dengan Sistem Mikrotransaksi Terburuk

Ada beberapa game yang dikenal memiliki sistem mikrotransaksi terburuk. Saking buruknya, kalau mau berjaya di game ini, kamu harus rela menggelontorkan banyak uang. Sistem game yang kurang adil menciptakan suasana yang kurang kompetitif. Karena keserakahannya, beberapa game di bawah ini ada yang sudah tutup atau ditinggal banyak pemainnya.

1. Marvel: Avengers Alliance

game mikrotransaksi ios

Game mobile bergenre RPG turn-based yang dikembangkan oleh Offbeat Creations ini memungkinkan kamu bisa mainin karakter superhero Marvel favorit, seperti: Iron Man, Captain America, hingga Hulk. Sayangnya untuk upgrade karakter dan senjata dengan cepat kamu harus membelinya dengan gold. Gold hanya bisa dibeli melalui sistem mikrotransaksi. Selain itu, untuk mendapatkan karakter spesial kamu harus membelinya dengan uang beneran. Sistem Pay To Win yang kental membuat game mobile ini akhirnya tutup usia di tahun 2016.

2. Clash of Clans

game mikrotransaksi android dan ios

Dulu siapa yang tidak suka main Clash of Clans atau CoC. Game mobile besutan Supercell ini memang sangat berjaya pada masanya. Namun sayangnya, Supercell kurang cermat untuk mengembangkan ekosistem game. Pemain baru dan yang tidak pernah bertransaksi harus rela benteng mereka diluluh lantahkan oleh pemain kelas premium yang hobi belanja gems. Pemain biasa hanya bisa gigit jari karena untuk sekedar upgrade, mereka harus meluangkan banyak waktu. Di sisi lain pemain premium bisa membuat benteng super kokoh dalam waktu singkat hanya dengan membayar.

3. Dungeon Keeper

game android mikrotransaksi ea

Adalah game hasil remake dari game yang judulnya sama di tahun 1997. Game yang dipasarkan oleh EA (Electronic Arts) ini terlalu serakah dalam menyedot pundi-pundi uang. Untuk mendapatkan markas yang luas kamu harus menunggu seharian penuh. Durasi permainan yang sangat lama bisa dipersingkat lebih jauh dengan bantuan uang sungguhan. Karena diberi banyak kritik peda, CEO dari EA pun akhirnya angkat bicara bahwa mereka memang tergoda untuk bisa meraup banyak uang dengan mengorbankan kenyamanan pemain gratisan. Akhrinya game ini ditinggalkan oleh banyak pemainnya.

4. Star Wars Battlefront II

game mikrotransaksi dari ea

Satu lagi game dari EA yang terasa rakusnya. Game Star Wars Battlefront II ini sendiri punya banyak kekurangan dari segi konten. Di sisi lain, sistem mikrotransaksi dalam game sangat ditonjolkan. Selain harga gamenya mahal, kamu juga harus mengeluarkan uang ekstra untuk memainkannya. Karena mendapat kritik keras, akhirnya EA memutuskan untuk menghapus sistem mikrotransaksi di game ini untuk sementara.

5. Dead Space 3

game mikrotransaksi ea

Saking pedenya EA untuk melanjutkan Dead Space pertama dan kedua, membuat produsen game ini rela untuk mengeluarkan sistem Pay to Win yang dominan. Sistem mikrotransaksi ini bisa dibilang sangat jahat. Bahkan untuk membuat senjata saja, kamu harus mengumpulkan sumber daya yang bisa dibeli dengan uang sungguhan. Akibat kurangnya eksekusi game ini, membuat studio pengembangnya (Visceral Games) langsung ditutup oleh EA.

6. Middle Earth: Shadow of War

game mikrotransaksi warner bros

Middle Earth: Shadow of War adalah lanjutan dari game The Lord of The Rings, Middle Earth: Shadow of Mordor. Sayangnya game lanjutan ini kurang begitu diapresiasi dan dibanjiri kritik. Game besutan Warner Bros. ini menambah sistem mikrotransaksi dan loot box yang membuat banyak gamer menjauhinya. Akibatnya Warner Bros. langsung mengambil keputusan untuk menghapus mikrotransaksi dari game ini.

Leave a Comment