Review Microsoft Flight Simulator: Menjelajahi Dunia di Dalam Kamar Mu!

Bila menyebutkan salah satu game simulasi terbaik tentu kita harus menyebut nama Microsoft Flight Simulator. Seri ini sudah ada sejak tahun 1982 dengan platform DOS. Banyak yang mengira seri game simulator amatir ini tidak akan pernah dirilis karena seri terakhir game ini adalah Microsoft Flight Simulator X yang dirilis di tahun 2006 meski Steam merilis ulang seri Microsoft Flight Simulator X ini 6 tahun lalu. Di tahun ini, Microsoft dan juga studio Asobo selaku pengembang melepas game simulator ini ke pasaran.

Microsoft Flight Simulator

Dan hasilnya banyak pemain yang cukup tercengang dengan grafis yang memukau dan sangat realistis. Selain itu, game ini menyajikan map yang hampir mirip dengan aslinya. Kamu bisa menjadi pilot yang menerbangkan pesawatmu di atas langit Jakarta. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang game simulator terbaru dari Microsoft dan Asobo ini. Ikuti artikel ini hingga akhir.

Gameplay Microsoft Flight Simulator: Sangat Realistis dengan Kompleksitas Tinggi

Apabila menyandingkan dengan game-game simulator seperti Goat Simulator, Surgeon Simulator, atau bahkan The Sims tentu game ini sangat jauh. Kedua game tersebut mungkin bisa menjadi salah satu terapi dikala stress menghadang. Berbeda dengan kedua game yang kami sebutkan tadi, Microsoft Flight Simulator menyajikan gameplay yang sangat kompleks yang membutuhkan waktu cukup lama beradaptasi dengan game ini.

Microsoft Flight Simulator

Malah, apabila kalian tidak bisa menyerap dengan cepat apa yang diberikan oleh game ini, kalian bisa frustrasi dibuatnya. Bagaimana tidak? Game ini memamerkan realisme tinggi dengan detail-detail pada instrument di dalam pesawat mau pun pemandangan luar pesawat. Di dalam pesawat, kalian butuh mengendalikan secara manual dan menguasai setiap yang ada. Tentu di balik kerumitan yang ada di dalamnya, game ini menyediakan tutorial bagi para pemain pemula.

Read More  Harvest Moon A Wonderful Life: Lebih Banyak Fitur Baru

Di dalam tutorialnya kalian akan menerbangkan pesawat Cessna. Alasan menggunakan pesawat Cessna sebagai dasar untuk tutorial mungkin pesawat ini jauh lebih sederhana dibandingkan dengan pesawat Airbus atau semacamnya. Di mode tutorial ini kalian akan diajarkan bagaimana menavigasikan pesawat di angkasa, mulai dari mendarat, hingga lepas landas. Tapi bukan berarti ketika kalian paham menerbangkan pesawat Cessna yang ada di tutorial bisa dengan mudah menerbangkan pesawat lain. Kalian bisa mengontrol game ini dengan keyboard, tapi masalahnya ada sedikit kesulitan apabila tipe keyboard kalian adalah tenkeyless atau tanpa numpad. Hal ini dikarenakan tombol-tombol tersebut sangat berguna untuk mengontrol pesawat yang kalian terbangkan.

Walaupun seperti itu, sang developer tahu bahwa game rancangan mereka ini bukanlah game yang mudah dimainkan. Maka dari itu, untuk gamers yang tak mau repot-repot dengan instrument-instrumen yang harus diatur secara manual, kalian bisa menikmati sistem AI Control. Di sini kalian hanya perlu menyerahkan segala tugas pengaturan kepada AI. AI ini akan mengatur bagaimana cara yang baik untuk menerbangkan pesawat ataupun lepas landas yang tepat. Ya bisa dibilang, fitur ini menjadi fitur bagi para gamers yang malas “ngulik” dan hanya ingin menikmati keindahan grafis yang ditawarkan oleh game simulasi penerbangan satu ini.

Keindahan Grafis yang Tak Perlu Diragukan

Aspek paling menonjol yang diperlihatkan oleh game simulasi penerbangan satu ini tentu adalah grafisnya. Di sini kalian akan disajikan beberapa map yang diambil secara fotorealistik. Akan tetapi, meski terlihat realistis, map yang ditunjukkan pada game ini tidak 100% akurat. Sebagai contoh apabila kalian sedang menerbangkan pesawat di Jakarta, tentu ada beberapa tempat yang tidak kalian temukan di game ini. Di sini juga, Microsoft ingin menawarkan sebuah teknologi baru yang menjadi teknologi masa depan yang bernama Cloud Processing. Teknologi ini yang memberikan suguhan map-map yang realistis di game simulator penerbangan satu ini.

Read More  Review Final Fantasy VII Remake: Layak Menyandang GOTY!

Teknologi bernama Cloud Processing ini menggunakan kecepatan bandwith internet yang kalian miliki untuk menyuguhkan detail area berdasarkan satelit atau peta terakhir dan Bing. Maka dari itu, semakin cepatnya koneksi internet yang kalian miliki, semakin detail pula dunia yang disuguhkan. Tak cukup hanya itu, Asobo menawarkan fitur Live Weather yang menggunakan data cuaca terakhir yang di dapat dari satelit sehingga membuat game ini menjadi lebih interakif.

Kesimpulan

Game ini tentu bukan untuk semua, terlebih bukan untuk kalian yang tak sabaran mengulik satu persatu instrument yang ada di dalam pesawat. Namun, kalian bisa mencoba game ini apabila kalian dahulu punya cita-cita sebagai pilot yang sayangnya sama sekali tidak kesampaian.

 

Leave a Comment