Final Fantasy 8 Remastered: Banyak Perubahan dan Trainer Resmi

Ingin bernostalgia dengan game PS1? Mungkin Final Fantasy 8 Remastered bisa menjadi solusinya. Square Enix akhir-akhir ini rajin sekali membuat game Final Fantasy remastered. Mulai dari Final Fantasy IX, X/X-2, XII, dan yang terakhir ini Final Fantasy 8. Perilisan game-game ini juga berbarengan dengan pengembangan Final Fantasy VII Remake yang rencananya akan dikeluarkan tahun depan (mudah-mudahan nggak diundur-undur lagi). Apakah ini tanda Square Enix bermaksud untuk menambahkan modal membuat Final Fantasy VII Remake? Belum tentu juga sih. Sebenarnya nggak cuma Square Enix saja sih yang membuat game-game remastered, banyak developer juga melakukan hal yang sama.

Final Fantasy 8

Final Fantasy 8 Remastered nggak lama dirilis dan penjualannya pun cukup laris. Pada perilisannya, Square Enix mempromosikan game ini dengan cukup kreatif. Bagi kalian yang pernah game ini dan ingat adegan pertama kali Squall bertemu dengan Rinoa di sebuah pesta setelah misinya ke kota Dollet, ada satu kalimat yang dilontarkan oleh Rinoa, yakni “you’re the best looking guy here.”

Karena Square Enix tahu pada masa PS1 grafisnya masih belum halus, mereka membuat sebuah iklan di mana ketika Rinoa melontarkan kalimat tersebut, wajah Squall di-zoom in dan dibandingkan antara versi PSX dan versi remasterednya. Square Enix ternyata punya selera humor yang bagus. Nah, pada kesempatan kali ini, Sobatgame akan membahas Final Fantasy 8 Remastered lebih mendalam. Penasaran? Ikuti sampai akhir ya.

Plot Cerita Final Fantasy 8

Bagi kalian yang mengikuti semua cerita game Final Fantasy, pasti tahu cerita yang dihadirkan oleh seri kedelapan ini. Game ini bercerita tentang seorang protagonis bernama Squall yang terbaring di sebuah ruangan kesehatan sekolah karena kecelakan setelah pertarungannya dengan rivalnya, Seifer Almasi. Ia terbangun dan seorang instruktur bernama Quistis Trepe mengajarkannya beberapa cara untuk bertarung menghadapi banyak monster. Disinilah hal yang menjadi daya tarik Final Fantasy 8, junction mode, diajarkan. Kemudian setelah menjalankan misi pertama untuk mendapatkan GF (Guardian Force) atau summon, ia diberikan sebuah misi besar untuk pergi ke sebuah kota bernama Dollet yang terokupasi demi mendapatkan gelar SeeD. Dalam misinya ini ia ditemani oleh rivalnya Seifer Almasi dan teman barunya yang bikin risih, Zell Dintch. Akan tetapi, Seifer memisahkan diri dari tim dan mengabaikan apa yang diperintahkan oleh pihal Balamb Garden.

Final Fantasy 8

Squall dan Zell bertemu dengan seorang gadis yang bertemu dengan Squall sebelumnya. Gadis tersebut bernama Selphie Tilmitt yang akhirnya bergabung dengan tim mereka. Selphie merupakan siswi pindahan dari Trabia Garden. Setelah pertarungan mereka menghadapi sesosok monster dan juga robot berbentuk laba-laba, Squall, Zell, dan Selphie menyandang gelar SeeD, dan sebaliknya, Seifer nggak mendapatkan gelar tersebut.

Setelah misi untuk mendapatkan SeeD, Squall mendatangi sebuah pesta dansa dan bertemu seorang gadis cantik bernama Rinoa. Rinoa mengajaknya menari dan Squall ternyata pedansa yang buruk. Setelah pesta dansa tersebut, mereka berdua pun terpisah. Squall pun penasaran dengan gadis misterius tersebut. Pesta pun belum usai, dan Quistis mengabarkan bahwa ia telah melepaskan jabatannya sebagai instruktur Balamb Garden. Begitulah garis besar cerita Final Fantasy 8.

Ada Sedikit Perubahan

Seperti seri pendahulunya, Final Fantasy 8 hadir dengan battle system turn based yang dilengkapi dengan ATB atau attack time battle. Salah satu hal yang menarik dari FF 8 adalah sistem Junctionnya. Pada sistem Junction ini kalian bisa mengatur mode yang dipersiapkan untuk bertarung. Selain itu, sistem ini berfungsi untuk memperkuat karakter-karakter FF 8. Final Fantasy 8 memiliki fitur upgrade senjata yang menarik. Untuk mengupgrade senjata, kalian harus memiliki majalah dan juga mengumpulkan item-item untuk membangun senjata-senjata tersebut. Seri Final Fantasy ini juga memiliki summon yang banyak. Masing-masing summon memiliki kekuatannya. Summon atau GF (Guardian Force) tersebut nggak hanya berfungsi untuk menyerang, namun juga berfungsi untuk memberikan relfect dan juga melipat gandakan serangan.

Final Fantasy 8

Versi remstered-nya sendiri masih tetap menjaga hal-hal yang pernah ada di game originalnya. Battle systemnya tetap dijaga. Namun selain grafisnya dibuat lebih detil, ada beberapa hal yang diubah, seperti sosok salah satu GF, Siren yang berbeda dengan sebelumnya. Kamu nggak akan melihat sosok Siren telanjang bulat, kali ini, Siren terlihat lebih sopan. Dia menggunakan sebuah rok untuk menutupi kemaluannya. Selain itu, bagi kamu yang nggak mau lama-lama menamatkan Final Fantasy 8, kamu bisa mengaktifkan trainer dan menyalakan beberapa cheat seperti full GF, full item, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan

Walaupun terkesan nggak terlalu spesial, Final Fantasy 8 Remastered bisa menjadi seri yang bisa mengisi waktumu sebelum Final Fantasy 7 Remake dirilis. Selain itu, game ini juga bisa menjadi koleksi di Steam kamu. Namun, sayangnya ada yang membuat kami kecewa, yaitu resolusinya. Walaupun Square Enix telah meningkatkan resolusinya, layarnya nggak full screen.

Leave a Comment