Dragon Quest XI Echoes of an Elusive Age: JRPG Turn-Based

Mungkin Dragon Quest XI bisa menjadi obat rindu para gamers yang kangen dengan JRPG yang menggunakan sistem battle turn based ala JRPG klasik. Sebagaimana yang kita tahu bahwa JRPG dengan gaya seperti ini semakin punah. Game-game JRPG baru seperti Final Fantasy, dan beberapa yang lainnya kerap meninggalkan sistem battle turn based.

Dragon Quest XI

Mungkin model battle system seperti ini nggak terkesan realistis. Akan tetapi, model gameplay seperti ini banyak penggemarnya. Dragon Quest XI merupakan seri yang juga dirilis di PC. Karena banyak penggemarnya yang agak kurang puas dengan Dragon Quest Heroes 1 dan 2, akhirnya seri game ini dirilis untuk PC juga.

Bagi para gamers baru mungkin bingung kenapa karakter Dragon Quest tuh mukanya seperti Son Goku dan kawan-kawan. Faktanya memang benar bahwa desainer karakter DQ adalah sang maestro pencipta seri Dragon Ball, Akira Toriyama. Seri kesebelas Dragon Quest ini dirilis oleh salah satu nama paling berpengaruh di dunia JRPG yakni Square Enix. Seperti yang kita ketahui, Square Enix layaknya durian, memiliki produk yang dicintai sekaligus dibenci. Salah satunya adalah kasus Final Fantasy XV.

Dragon Quest XI

Pada artikel ini Sobatgame akan membahas Dragon Quest XI versi konsol PS4, Xbox One, dan juga PC. Sedangkan untuk versi 3DS nggak akan kamu bahas di sini. Mungkin beberapa dari kalian penasaran dengan sekuel game ini dan ingin mencobanya, namun masih agak ragu. Jika kalian masih ragu, kalian bisa mengikuti artikel ini sampai selesai.

Storyline yang Masih Seru Untuk Diikuti

Seperti game-game sebelumnya, protagonis seri kesebelas ini nggak memiliki nama pasti, dan kamu sendiri yang memberi nama. Sekilas tampang protagonis ini mirip dengan Trunks di seri Dragon Ball. Sang protagonis baru menyadari bahwa ia memiliki kekuatan tersembunyi setelah ia beranjak dewasa. Ia harus pergi menuju ke sebuah kerajaan bernama Heliodor untuk menemui sang rajanya. Dan ia menemukan dirinya adalah seorang Luminary, seorang kesatria cahaya yang ditakdirkan untuk melenyapkan kegelapan di dunia.

Dragon Quest XI

Alih-alih disambut dengan baik, sang raja dari Heliodor malah mengangkapnya dan memasukannya ke dalam penjara karena kedatangan Luminary adalah penanda tibanya kegelapan. Sang protagonis akhirnya bertemu dengan teman bertualang pertamanya yaitu Erik. Ia bersama temannya akan membawa dirinya berangkat ke Yggdrasil, sebuah pohon kehidupan demi menghancurkan kegelapan.

Seiring berjalannya waktu kamu akan bertemu dengan karakter-karakter lainnya yang akan menemani petualanganmu sebagai Luminary demi melenyapkan kegelapan demi dunia yang lebih indah. Begitulah cerita dari game ini. Walaupun terdengar klise, Square Enix nampaknya cukup sukses membalut jalan cerita standar ala si baik dengan si jahat dengan sangat baik.

Kembali Lagi Ke JRPG Turn-based Battle

Secara gameplay, Square Enix sepertinya ingin mengembalikan nostalgia ala JRPG yang sebelumnya pernah ada dengan sistem bertarung turn-based berbeda dengan beberapa judul yang pernah dibuat salah satu developer dan publisher ternama ini untuk konsol generasi terkini.

Dragon Quest XI

Grafis yang dihadirkan pun sangat enak dipandang mata. Dragon Quest XI Echoes of an Elusive Age tampil dengan grafis cell shaded yang mencoba menggabungkan 3D dengan animasi 2D. Dan Square Enix juga sukses mengeksekusi grafisnya. Walaupun memberikan kesan 2D pada grafis 3D kesan hidup dan detil pun akan kamu temukan. Rambut sang karakter pun akan bergerak seiring dengan hembusan angin.

Rumput-rumput yang kamu temukan juga ikut bergoyang. Dragon Quest XI Echoes of an Elusive Age juga mengusung konsep waktu yang dinamis. Nggak hanya waktunya, cuacanya juga bisa berubah. Warna cerahnya juga sangat menggugah. Tak hanya detilnya yang apik, animasi magic pun juga terlihat keren. DQ XI hadir dengan kustomisasi karakter yang memungkinkan para pemainnya bisa mengganti baju sesuai dengan keinginan mereka.

Kamu juga bisa mengganti kostum karakter kamu dengan kostum karakter utama DQ VIII. Bagaimana dengan voice actingnya? Biasanya game berbahasa jepang yang dikonversi ke bahasa Inggris sering mengalami voice acting yang menyebalkan. Tidak dengan game JRPG satu ini, DQ XI sukses memberikan voice acting yang hidup.

Kesimpulan Dragon Quest XI Echoes of an Elusive Age: JRPG Gaya Klasik nan Asyik

Mungkin untuk beberapa pencinta JRPG nggak bisa move-on dengan game-game lama yang memiliki battle system turn-based. Banyak juga yang kecewa dengan FF XV yang terkesan ingin meninggalkan gaya tersebut. DQ XI sukses mengobati kekecewaan dan kerinduan gamer veteran. Selain itu, game ini dieksekusi dengan sempurna. Salut untuk Square Enix!

Leave a Comment