Review FIFA 21: Bukan Seperti Yang Sebelumnya

FIFA 21 – Meskipun dunia sedang dilanda pandemi seperti ini, sepak bola hingga saat kini masih menjadi salah satu olahraga yang masih berjalan. Hal ini karena permintaan hiburan di kala banyak orang berada di rumah saja semakin meningkat. Meskipun membutuhkan kontak fisik, sepak bola biar bagaimana pun harus berjalan seperti sediakala. Begitu juga dengan gamenya yakni FIFA 21. Game olahraga besutan EA ini mengambil start lebih dulu dalam perilisan game sepak bola musim terbaru dibandingkan Konami dengan Pro Evolution Soccer-nya.

Fifa 21

Pada seri sebelumnya, FIFA 20, penggemar FIFA harus menghadapi mekanisme gameplay baru yang bagi kami jauh lebih sulit. Kalian harus memanfaatkan seluruh tombol-tombol yang ada pada gamepad (terutama PS4) untuk bermain dengan lebih optimal. Hal tersebut yang membuat FIFA 20 terasa sangat susah untuk diadaptasikan untuk pemain pemula maupun yang sudah lama dengan game franchise sepak bola dari EA ini. Usut punya usut, game terbaru FIFA ini kembali dengan mekanisme gameplay FIFA 19. Lantas, hal baru dan perbedaan yang signifikan apa yang disuguhkan oleh EA pada game sepakbola terbarunya ini?

Gameplay FIFA 21: Mengembalikan Aspek yang Hilang

Pada awal demo PS5, FIFA 21 adalah salah satu game gelombang pertama yang dirilis untuk console next gen tersebut. Namun, karena console generasi sekarang masih punya jangka waktu beberapa lagi, EA tetap merilis game ini di PS4, dan dirilisnya pun tentu lebih dulu. Pertama-tama ketika membicarakan gameplay, ada hal yang dihilangkan yang dulu pernah ada di FIFA 20, yakni off player movement-nya yang bagi sebagian pemain fitur ini cukup menyusahkan.

Read More  Resident Evil 2 Remake: Digarap Kembali dengan Sangat Serius

Fifa 21

Fitur tersebut cukup menyusahkan karena mekanisme yang cukup aneh dan membosankan. Pemain yang sedang tidak memegang bola akan terlihat statis. Mereka akan diam terpaku dan tidak menjaga pemain atau pun mencari area kosong di lapangan. Memang, mekanisme tersebut membuat para pemain menjadi lebih aktif secara kognitif dibandingkan seri sebelumnya, namun dengan hal tersebut membuat FIFA 20 seringkali membuat frustrasi para pemainnya.

Selain itu, yang ditingkatkan dari game ini adalah AI atau kecerdasan buatannya. Bagi kalian yang merasa FIFA 20 sangat membuat frustrasi akibat sangat sulit untuk menyerang, di seri ini AI penyerang lebih cerdas dalam mencari posisi yang tepat atau menghindari offside ketika sedang menerima operan. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah ketidakseimbangan antara AI penyerang dengan lini pertahanan.

Pemain bertahan kini sangat mudah ditembus oleh pemain lawan atau pun terkena counter attack. Maka dari itu, kalian harus bekerja keras secara manual menjaga pertahanan agar gawang kalian tidak kebobolan. Entah mengapa EA tidak bisa memberikan keseimbangan antara AI penyerang mau pun bertahan. Asumsi kami, EA lebih mendengar keluhan perihal betapa sulitnya FIFA 20 yang mana pemain bertahannya sangat sulit ditembus, dibandingkan membuat semuanya menjadi seimbang. Untuk kalian, menjebolkan gawang lawan akan terasa lebih mudah.

Dibalik AI defendernya yang payah, ada hal yang menurut kami harus diapresiasi pada game ini terutama dalam aspek penyerangan seperti crossing atau pun heading yang diperbaiki sehingga kesempatan untuk menjebolkan gawang dengan melakukan heading atau crossing lebih terbuka. Hal tersebut yang tidak kita rasakan di FIFA 20. Di FIFA 20, rasanya sangat sulit sekali untuk membobolkan gawang melalui heading atau pun crossing. Selain itu, dribbling pada game ini terlihat lebih realistis dibandingkan dengan FIFA 20. Drag back di sini akan terasa ada jeda yang lebih lama dan gerakan akan terlihat lebih lambat. Hal ini cocok sekali untuk kalian yang suka untuk bermain dengan gaya menggocek lawan dengan menggiring bola.

Read More  Metal Gear Solid V: the Phantom Pain: Peninggalan Penuh Kesan Kojima

Fitur Baru yang Fresh

Selain mekanisme yang dirombak secara besar-besaran, EA juga menawarkan hal baru dalam game ini, yaitu fitur baru bernama VOLTA. Selain ada Career Mode untuk kalian yang ingin bermain game simulasi sepak bola, kalian bisa memainakan mode baru yang menurut kami sangat segar yakni bola bergaya jalanan. Sebenarnya, fitur ini sudah ada di FIFA 20, namun, perombakan secara mekanik tentu akan memberikan perubahan pada mode tersebut. Dan, apakah game ini layak dibeli? Sebenarnya game ini cukup layak untuk kalian coba karena adanya perbaikan terutama dalam segi gameplay. Namun, kalau menurut kalian versi PS4-nya tanggung, ya tunggu saja beberapa bulan lagi untuk versi PS5-nya.

Leave a Comment