Review Shadow of the Tomb Raider: Penutupan yang Cukup Saja

Square Enix, Crystal Dynamics, dan Eidos Montreal dengan sangat serius merancang Shadow of the Tomb Raider dan menghabiskan biaya yang bila dikonversi ke Rupiah bisa mencapai triliunan Rupiah. Shadow of the Tomb Raider merupakan instalasi ketiga dari seri Tomb Raider terbaru yang prekuelnya dirilis pada tahun 2013 silam. Di seri ini, kita melihat tampilan Lara Croft yang jauh lebih realistis dibandingkan seri terdahulu yang terlihat sangat kartunis. Gameplay yang diusung kini juga dikembangkan dengan mekanisme baru yang tentunya memberikan kesan lebih realistis dan menegangkan.

Shadow of the Tomb Raider

 Trilogy ini, pada awalnya sempat dikritisi oleh banyak pihak. Pasalnya, trilogy terbaru Tomb Raider dianggap memiliki kemiripan dengan game besutan Naughty Dog, seri Uncharted. Akan tetapi, hal tersebut dibantah karena sejak dari awal, seri Tomb Raider sendiri membawa cerita seorang perempuan yang bertualang ke situs-situs kuno dan menghadapi sindikat jahat. Game penutupan seri terbaru Tomb Raider ini dirilis di tahun 2018 dan mendapatkan respon yang cukup baik di antara gamers. Kali ini, kami akan membahas game satu ini. Ikuti hingga akhir ya.

Plot Cerita Shadow of the Tomb Raider

Pada game terakhir trilogy ini, Lara akan berhadapan dengan sesuatu yang lebih besar yakni menghentikan sebuah organisasi rahasia bernama Trinity  yang menggunakan artefak masa lampau untuk mengatur ulang dunia. Dalam misinya menghentikan Trinity, Lara berlabuh ke daratan Amerika Selatan. Akan tetapi, dalam misinya ini, Lara juga terbawa dendam terhadap organisasi tersebut yang menyebabkan ayahnya tewas.

Read More  Review Game Digimon Story Cyber Sleuth Hacker’s Memory

Alih-alih berjalan dengan lancar, persoalan personal ini membawanya kepada masalah baru. Karena terbawa masalah pribadi ini, Lara menjadi gegabah dengan menarik sebuah pisau suci miliki peradaban tua suku Maya yang merupakan artefak buruan Trinity. Tak hanya itu saja, pisau itu justru memiliki kekuatan besar yang membahayakan.

Berkat keteledoran Lara tersebutlah, Ia memicu bencana alam besar mulai dari gempa bumi hingga tsunami. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Lara harus menemukan kotak pisau tersebut. Misi ini tak hanya akan menyelamatkan nyawa banyak orang, namun juga dunia.

Jalur cerita yang disajikan oleh seri Tomb Raider ini meski seru untuk diikuti ada beberapa kekurangan yang membuatnya kurang lengkap. Pendalaman karakter di game ini hanya bertumpu pada Lara dan antagonis utama (Dominguez dan Jonah). Sedangkan untuk karakter lain, masih terasa kurang mendalam. Hal ini yang membuat storyline dari game ini, masih ada yang kurang lengkap.

Grafis yang Lebih Baik Dibandingkan Seri Rise of the Tomb Raider

Grafis adalah aspek yang paling ditonjolkan di game ini. Banyak para overclocker atau reviewer yang menggunakan game ini untuk melakukan benchmark produk yang mereka review. Kalian akan menemukan detail wajah dan juga setiap bagian tubuh yang sangat realistis. Kemudian, lingkungan, tumbuhan, dan refleksi yang kalian lihat di sepanjang perjalanan game nampak sangat mengagumkan.

Shadow of the Tomb Raider

Meski terlihat hampir sama sekilas apabila dibandingkan Rise of the Tomb Raider, grafis seri Shadow ini memiliki peningkatan. Tentu sepanjang permainan, kalian akan dimanjakan dengan keindahan yang disuguhkan oleh Crystal Dynamics dan Eidos Montreal.

Gameplay dengan Dunia Luas Layaknya Open-World

Tentu selain aspek grafisnya, gameplaynya juga memiliki daya tarik tersendiri. Gerakan Lara di game ini terasa jauh lebih smooth dibandingkan dengan kedua prekuelnya. Di samping itu, ada fitur baru yang menarik dalam game ini yakni sistem hub yang membuat dunia dalam Shadow of the Tomb Raider menjadi lebih luas layaknya game open-world. Ditambah lagi, sistem ini membuat lingkungan yang ada di dalam game ini terasa lebih hidup.

Read More  Review Harvest Moon Hero of Leaf Valley: Game Remake yang Lebih Baik

Shadow of the Tomb Raider

Di dalam game ini juga terdapat NPS yang cukup interaktif yang membuatnya lebih hidup. Beberapa NPC-nya juga berfungsi sebagai merchant yang memungkinkan kalian membeli senjata dan perlengkapan. Tak hanya membeli barang, kalian juga bisa menjual beberapa sumber daya yang kalian dapatkan ketika bertualang. Selaku developer, Eidos Montreal juga menghadirkan sebuah fitur menarik bernama “Voice-Over Immersion” yang membuat para NPC berbicara bahasa lokal yang membuat game ini terasa lebih mendalam.

Kesimpulan

Sebagai seri penutup dari Trilogy seri Tomb Raider terbaru, Shadow of the Tomb Raider cukup sukses memberikan sajian yang menarik untuk para penggemarnya. Namun, dibalik segala kemegahan yang disuguhkan oleh grafisnya, seri Shadow ini masih terasa ada yang kurang, terutama segi aksi yang seharusnya ditambahkan lagi untuk menambah keseruan game ini. Meski begitu, game ini bukan berarti layak untuk dilewatkan.

Leave a Comment